Cara Ternak Entok untuk Pemula yang Sukses dan Menguntungkan

Sukses Ternak

Cara ternak entok untuk pemula

Entok adalah salah satu jenis unggas yang memiliki banyak manfaat, baik dari segi daging, telur, maupun bulu. Entok juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena permintaan pasar yang cukup besar. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui cara ternak entok yang baik dan benar, sehingga banyak yang gagal dalam usaha ini. Padahal, jika dilakukan dengan cara yang tepat, ternak entok bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Bagi Anda yang tertarik untuk memulai usaha ternak entok, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dipelajari. Berikut ini adalah cara ternak entok untuk pemula yang sukses dan menguntungkan.

1. Persiapkan Modal yang Cukup

Modal adalah salah satu faktor penting dalam usaha ternak entok. Anda harus menyiapkan modal yang cukup untuk membeli bibit entok, kandang, pakan, vitamin, obat-obatan, dan peralatan lainnya. Modal yang dibutuhkan tergantung pada jumlah entok yang akan diternak, kualitas bibit, dan lokasi usaha. Secara umum, modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak entok berkisar antara 5-10 juta rupiah.

2. Siapkan Kandang yang Sesuai dengan Kebutuhan Entok

Kandang adalah tempat tinggal dan beraktivitas bagi entok. Kandang yang baik harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:

  • Luas kandang sesuai dengan jumlah entok yang diternak. Setiap entok membutuhkan ruang sekitar 1-2 meter persegi.
  • Kandang memiliki ventilasi yang baik, agar udara di dalam kandang tidak pengap dan lembab.
  • Kandang memiliki atap yang dapat melindungi entok dari panas, hujan, dan angin.
  • Kandang memiliki dinding yang tinggi, agar entok tidak mudah keluar atau dimangsa oleh hewan liar.
  • Kandang memiliki lantai yang bersih dan kering, agar entok tidak mudah sakit atau terinfeksi.
  • Kandang memiliki kubangan air yang cukup, agar entok dapat berendam dan membersihkan diri.
  • Kandang memiliki tempat makan dan minum yang bersih dan mudah dijangkau oleh entok.
  • Kandang memiliki saluran pembuangan kotoran dan air yang lancar, agar kandang tidak bau dan kotor.

3. Pilih Bibit Entok yang Berkualitas

Bibit entok adalah faktor yang menentukan kualitas dan produktivitas entok yang diternak. Bibit entok yang berkualitas harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu:

  • Berasal dari indukan yang sehat, produktif, dan unggul.
  • Memiliki bentuk tubuh yang proporsional, tidak cacat, dan tidak cedera.
  • Memiliki bulu yang bersih, rapi, dan berkilau.
  • Memiliki mata yang cerah, tidak berair, dan tidak belekan.
  • Memiliki paruh, kaki, dan cakar yang kuat, tidak patah, dan tidak bengkak.
  • Memiliki nafsu makan yang baik, tidak lesu, dan tidak stres.
  • Memiliki berat badan yang ideal, sesuai dengan usia dan jenisnya.
  • Memiliki jenis kelamin yang jelas, sesuai dengan tujuan pen
  • Memiliki sertifikat kesehatan dan vaksinasi yang lengkap.

4. Berikan Pakan yang Cukup dan Seimbang

Pakan adalah sumber energi dan nutrisi bagi entok. Pakan yang baik harus memenuhi kebutuhan gizi entok, sesuai dengan usia, jenis, dan tujuan pen. Pakan yang biasa diberikan kepada entok adalah:

  • Hijauan, seperti rumput, kangkung, daun singkong, daun pepaya, dan lain-lain. Hijauan dapat diberikan secara langsung atau dicacah terlebih dahulu. Hijauan dapat memenuhi kebutuhan serat, vitamin, dan mineral entok.
  • Pellet, yaitu pakan olahan yang mengandung bahan-bahan seperti jagung, beras, kedelai, ikan, dan lain-lain. Pellet dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak entok. Pellet dapat diberikan secara kering atau basah, tergantung pada selera entok.
  • Biji-bijian, seperti jagung, beras, gandum, dan lain-lain. Biji-bijian dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein entok. Biji-bijian dapat diberikan secara utuh atau dihaluskan terlebih dahulu.
  • Vitamin dan mineral, yaitu tambahan pakan yang mengandung zat-zat penting seperti kalsium, fosfor, besi, seng, dan lain-lain. Vitamin dan mineral dapat membantu meningkatkan daya tahan, pertumbuhan, dan reproduksi entok. Vitamin dan mineral dapat diberikan secara teratur atau sesuai dengan kebutuhan.

Pakan entok harus diberikan secara teratur, sebanyak 2-3 kali sehari, dengan porsi yang sesuai. Pakan entok juga harus disimpan di tempat yang kering, bersih, dan tertutup, agar tidak basah, busuk, atau dimakan oleh hama.

5. Jaga Kebersihan dan Kesehatan Entok

Kebersihan dan kesehatan entok adalah faktor yang menentukan kelangsungan hidup dan produktivitas entok. Kebersihan dan kesehatan entok dapat dilakukan dengan cara:

  • Membersihkan kandang secara rutin, minimal 2 kali seminggu, dengan cara menyapu, menyiram, dan mensterilkan kandang dengan desinfektan.
  • Mengganti air kubangan secara rutin, minimal 2 kali sehari, dengan cara menyedot, menyiram, dan mengisi kembali air kubangan dengan air bersih.
  • Memisahkan entok yang sakit atau cedera dari entok yang sehat, dengan cara menempatkan entok yang sakit atau cedera di kandang khusus yang terpisah dari kandang utama.
  • Memberikan obat-obatan atau perawatan yang sesuai kepada entok yang sakit atau cedera, dengan cara mengikuti petunjuk dokter hewan atau ahli ternak.
  • Melakukan vaksinasi secara berkala kepada entok, dengan cara menyuntikkan vaksin yang sesuai dengan jenis dan usia entok, untuk mencegah penyakit menular seperti flu burung, kolera, dan lain-lain.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin kepada entok, dengan cara mengamati perilaku, nafsu makan, berat badan, suhu tubuh, dan kondisi fisik entok.

6. Perhatikan Kesehatan dan Pertumbuhan Entok

Kesehatan dan pertumbuhan entok adalah faktor yang menentukan kualitas dan kuantitas produk entok, baik daging, telur, maupun bulu. Kesehatan dan pertumbuhan entok dapat dipantau dengan cara:

  • Mengukur berat badan entok secara berkala, dengan cara menimbang entok menggunakan timbangan digital atau manual. Berat badan entok yang ideal adalah sekitar 1,2-1,5 kg untuk entok jantan dan 1-1,2 kg untuk entok betina.
  • Mengukur panjang tubuh entok secara berkala, dengan cara mengukur jarak antara ujung paruh dan ujung ekor entok menggunakan meteran atau penggaris. Panjang tubuh entok yang ideal adalah sekitar 50-60 cm untuk entok jantan dan 40-50 cm untuk entok betina.
  • Mengukur produksi telur entok secara berkala, dengan cara menghitung jumlah telur yang dihasilkan oleh entok betina setiap hari. Produksi telur entok yang ideal adalah sekitar 100-150 butir per tahun.
  • Mengukur kualitas bulu entok secara berkala, dengan cara mengamati warna, tekstur, dan kerapian bulu entok. Kualitas bulu entok yang baik adalah bulu yang berwarna cerah, halus, dan rapi.

7. Pasarkan Produk Entok dengan Baik

Pemasaran adalah proses menjual produk entok kepada konsumen. Pemasaran yang baik harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:

  • Menentukan target pasar, yaitu kelompok konsumen yang berpotensi membeli produk entok. Target pasar dapat ditentukan berdasarkan lokasi, usia, pendapatan, preferensi, dan lain-lain.
  • Menentukan harga jual, yaitu nilai uang yang ditetapkan untuk setiap produk entok. Harga jual harus sesuai dengan kualitas, kuantitas, dan permintaan pasar. Harga jual juga harus memberikan keuntungan bagi produsen dan konsumen.
  • Menentukan strategi promosi, yaitu cara untuk menarik perhatian dan minat konsumen terhadap produk entok. Strategi promosi dapat berupa iklan, brosur, spanduk, media sosial, dan lain-lain.
  • Menentukan saluran distribusi, yaitu cara untuk mengirimkan produk entok dari produsen ke konsumen. Saluran distribusi dapat berupa penjualan langsung, penjualan online, penjualan melalui agen, penjualan melalui toko, dan lain-lain.

Bagikan: